Candi Sambisari, Remains of Ancient Mataram


Kompleks Candi Sambisari (foto: Beny)

Share on      

Setelah berpanas-panasan di Tebing Breksi, karena mulai kelaperan prameks getaway melanjutkan perjalanan ke Soto Bathok Mbah Katro yang terletak dekat dengan kompleks Candi Sambisari, tepatnya di Jalan Candi Sambisari, RT.03, Purwo Martani, Kalasan, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinamakan soto bathok karena mangkoknya terbuat dari bathok (tempurung kelapa). Harganya sangat murah yaitu dengan Rp.5.000 per mangkok anda sudah dapat menikmati soto dengan aroma serai dan taburan bawang merah goreng dengan irisan daging sapi dan irisan daun jeruk. Lokasinya yang asri dengan hamparan tanaman padi di sekitarnya membuat Soto Bathok ini sangat cocok untuk makan sambil menyegarkan pikiran. Jarak lokasi Soto Bathok ini dengan Tebing Breksi sekitar 11 kilometer atau membutuhkan sekitar 25 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, lumayan jauh ya.

Selesai makan siang, kami melanjutkan ke tujuan kami berikutnya, yaitu kompleks Candi Sambisari yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Soto Bathok. Sebuah kompleks yang dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 meter x 48 meter yang berada sekitar 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta atau sekitar 4 km dari kompleks Candi Prambanan. Semakin dekat candi dan area sekitarnya kelihatan sangat terawat, untuk masuk area pengunjung dikenakan tarif masuk Rp 5.000, untuk parkir sepeda motor Rp 2.000 sedangkan mobil Rp.5.000. Penduduk sekitar juga menawarkan halaman rumah mereka untuk parkir kendaraan dengan tarif yang sama. Candi Sambisari tergolong candi kecil, kompleks candinya tidak sebesar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Walaupun demikian, tidak seperti candi kecil lainnya, Candi Sambisari menawarkan pemandangan yang menarik dan sangat bagus untuk obyek fotografi.

Candi yang terletak di tengah pemukiman warga ini dulunya ditemukan oleh seorang petani di Desa Sambisari pada tahun 1966, kemudian dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala dan berdiri megah hingga sekarang. Nama Sambisari diambil dari nama desa ditemukannya candi ini. Candi Sambisari termasuk candi galian akibat tertimbun oleh material vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi sekitar awal abad ke-11 dengan kedalaman sekitar6,5 meter dibawah permukaan tanah, kalau dilihat dari pinggir kompleks candi ini mirip stadion karena sekeliling candi berbentuk dataran miring.

Berdasarkan keterangan yang kami dapat di ruang informasi, Candi Sambisari adalah candi bercorak Hindu (Siwa) yang dibangun pada sekitar abad ke-9 pada masa kerajaan Mataram Kuno dengan rajanya yaitu Rakai Garung. Di kompleks candi ini terdapat 3 buah candi perwara (pendamping) dan candi utama, di dalam candi utama ini terdapat lingga dan yoni dengan ukuran cukup besar. Lingga dan yoni adalah perwujudan dari Dewa Siwa dan Cakti-nya. Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara.

Taman di sekitar Candi Sambisari tertara rapi dan terawat, juga disediakan gazebo untuk istirahat dan bersantai serta kamar kecil yang memadai. Kalau ke candi ini di siang hari, jangan lupa bawa payung kalau tidak mau kena terik matahari, saran kami datang saja saat sore hari lebih teduh dan bisa berlama-lama duduk di hamparan rumput yang rapi dan hijau memanjakan mata. Jadi, kalau sedang ke Yogyakarta, cobalah mampir ke sini, karena lokasinya mudah ditemukan, akses transportasi mudah, dan bis pariwisata pun bisa masuk kesini dengan mudah.


Related

Tebing Breksi, The Lost Petra of Java on 08 Februari 2017, 00:03 WIB

Berbekal informasi seadanya dari teman tentang sebuah obyek fotografi yang sedang naik daun di Yogyakarta, tepatnya di daerah Sambirejo,... more

Festival Payung Indonesia, Sky Umbrella on 26 Januari 2017, 16:54 WIB

Prameks.com. Pramekers sungguh beruntung karena sering dimanjakan dengan banyak event kelas nasional bahkan internasional yang sering... more

Balekambang, Central Park-nya Wong Solo on 04 Desember 2016, 22:27 WIB

Prameks.com. Taman Balekambang adalah spot favorit kami dikala mencari ketenangan dan udara segar saat akhir pekan. Hanya 5 menit dari... more